Potret Sekilas Sayidi Abdul Qodir Al-Jaelani ra.
Sekilas Kisah Sayidi Ahmad al-Rifa'i ra.
Bid’ah, Senjata Pamungkas Kaum Fundamentalis
Antara Isbal dan KCB “Kelompok Celana Banjir”
Oleh: Gus Mied Baidlowi(Mahasiswa Fak. Hadits Ushuluddin Al-Azhar Cairo Mesir).
KCB, sebuah karya perfileman yang sukses dan mendapatkan perhatian lebih dari jutaan penonton baik dalam maupun luar negeri. Bahkan konon filem itu mengabiskan dana sampai puluhan milyar rupiah. Sehingga tak heran jika judul filem karya novelis muda Habiburrohman el-Sairozi.Lc itu selalu teringat di benak para penontonnya.
Namun dari itu, ternyata KCB tidak hanya terkenal menjadi sebuah judul filem saja, bahkan menjadi julukan bagi segolongan orang yang pakaiannya terlihat rada sedikit tidak wajar, karena model celana yang umumnya panjang menutupi mata kaki, oleh mereka dipotong sampai kelihatan betisnya. Merekalah “Kelompok Celana Banjir“ yang disingkat menjadi KCB.
Di mata penulis, itu adalah sebuah fenomena yang aneh tapi nyata, sekelompok orang yg mengenakan celana bak orang kebanjiran, padahal saat itu tak ada petir apalagi hujan. Tapi ternyata keanehan itu sungguh nampak disebagian lingkungan masyarakat sekitar kita yang notabenenya adalah mempelajari ilmu agama Islam.
Benarkah Islam mengajarkan yang seperti itu? Mari kita kaji bersama-sama!
Di salah satu buku hadits ditemukan sebuah perkataan:
"Man asbala tsaubahu fi al-naar".
Yang artinya “ barang siapa yg berisbal maka masuk neraka“.
Dari hadits ini, para penganut KCB beramai-ramai memotong celana dan jubah mereka hingga atas mata kaki. Bahkan menganggap orang lain yang tidak sepaham, mereka katakana telah salah dan siap-siaplah untuk masuk neraka.
Benarkah hadits ini bermakna seperti ungkapan di atas? Jikalau benar, maka hampir setengah umat muslimin akan masuk neraka sedangkan surga hanya akan dihuni penganut KCB.
Isbal adalah sebuah istilah yg berarti memanjangkan pakaian hingga melebihi mata kaki.
Dalam hadits di atas, perintahnya untuk umum tanpa membedakan jenis kelamin kaum lelaki ataupun perempuan. Tapi kenapa pada prakteknya hanya kaum laki-laki saja yang mempraktekkannya? Sedangkan kaum perempuan tidak? Dari sini timbul tanda tanya besar.
Mengenai pertanyaan di atas, penulis pernah mendengar jawaban dari seorang penganut KCB yang berdalih karena atas dasar aurat. Jikalau seperti itu, rasanya kurang tepat, sebab bukankah di dalam suatu riwayat hadits disebutkan nafsu syahwat perempuan itu lebih besar dari pada laki-laki, diibaratkan sembilan banding satu. Jadi, apakah hanya kaum laki-laki saja yang bersyahwat ketika melihat betis kaum perempuan? Sedangkan kaum perempuan tidak akan bersyahwat ketika melihat betisnya kaum laki-laki? Alasan ini menurut penulis harus di kaji ulang, bahkan jika berdasarkan riwayat hadits itu berarti tidak tepat.
Setelah mendengar alasan yang pertama tadi, penulis pernah menanyakan kepada salah seorang penganut KCB, tentang model pakaiannya yang serba pendek yang dalam bahasa jawanya “cingkrang”? Dan jawabannya: ”Demi menjaga pakaian dari najis yang berserakan di jalan-jalan”. Oh, begitu toh. Tapi sementara itu penulis melihat disampingnya sosok perempuan yang bercadar mengenakan pakaian hitam yang serba panjang, bahkan menyentuh tanah. Perempuan itu adalah istrinya. Lalu penulis terbesit pertanyaan di hatinya apakah suaminya tidak berfikir atas alasan yang dikemukakannya tadi, sedangkan istrinya sendiri malah mengenakan pakaian yang bersebrangan dengan jawabanya. Apakah hanya kaum laki-laki saja yang harus menjaga pakaiannya dari najis sedangkan kaum perempuan tidak? Oh, no!!!
Jadi, alasan yang kedua inipun terkesan lucu dan jauh dari yang diharapkan.
Di sini, penulis hanya ingin menyampaikan pendapatnya menurut substansi yang diajarkan oleh agama Islam yang selalu mengedepankan esensi dari pada atribut-atribut zahir yang sering menipu. Sebagaimana dipertegas oleh Rasulullah dalam sabdanya:
“Innallaha laa yandluru ila suwarikum wala ajsamikum, walakin yandluru ila qulubikum”.
Yang artinya “Bahwasanya Allah tidak melihat bentuk pakaian dan tubuh kalian, melainkan Allah senantiasa melihat hati kalian.
Lalu di perkuat lagi dengan sabda Rasulullah yang lain:
“Inna fil jasadi mudlghotun, idza soluhat soluhat jasadu kulluhu, wa idza fasadat, fasadat jasadu kulluhhu, alaa wahiya al-qolbu”.
Yang artinya: “ Sesungguhnya di dalam jasad itu ada segumpal darah, jika ia itu baik maka baiklah semuanya, dan jikalau ia rusak, maka rusaklah semuanya, apakah itu? dialah hati”.
Apalah artinya sebuah atribut pakaian yang melekat di tubuh, kalau ternyata hatinya lebih busuk dari orang gila yang tidak berpakaian sama sekali . Dan Islam itu, selalu melihat esensi dari setiap amal ibadah manusia bukan berdasarkan atribut semata.
Apakah gara-gara sebuah pakaian menjadi penghalang seseorang masuk surga? Sedangkan di sana ada seekor hewan yang dijanjikan Allah memasuki surga-Nya, padahal di dunia tidak pernah berpakaian sama sekali. Dialah Qitmir, anjingnya Ashabu al-Kahfi. Lantas, sebab-sebab apakah yang menjadikan seseorang terhalang untuk masuk surga? Baginda Rasulullah bersabda:
“La yadkhulu al-jannata man kana fi qolbihi mitsqola dzarrotin min kibrin”.
Yang artinya: “Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat secuil sifat sombong”.
Itulah, sebab yang akan menghalang-menghalangi seseorang masuk dalam surga-Nya, bukan disebabkan atribut pakaian semata.
Setelah kita membahas hadits-hadits di atas, penulis ingin mengungkap hadits yang berkaitan tentang isbal secara lengkap. Sungguh benar Rasulullah pernah melarang isbal, akan tetapi isbal yang di larang bukan sembarang isbal, melainkan isbal yang disertai dengan sifat congkak dan sombong sebagaimana sabdanya:
“Man jarra tsaubahu khuyala’a fi al-nar”
Yang artinya: “Barang siapa yang memanjangkan pakaiannya dengan bersombong maka nerakalah tempatnya”.
Dari hadits ini, maka terjawablah sudah permaslahan yang menjadi problematika ini.di Sebab Allah tidak mungkin memasukkan hamba-Nya gara-gara masalah pakaian sebagaimana penjelasan hadits sebelumnya, yang menjadi masalahnya adalah sifat khuyala’ (sifat congkak dan sombong) tersebut.
Diperkuat lagi dengan sebuah riwayat yang menjelaskan asbabul wurudnya hadits di atas.
Saat itu, Rasulullah melihat kelakuan raja-raja Yaman yang pakaiannya serba panjang menjulur ke lantai seraya berbangga diri dan sombong merasa dirinya paling hebat, maka Rasulullah menyabdakan hadits itu. Baginda Nabi bukan melarang isbalnya melainkan sifat congkak dan sombong yang bersemayam di hati seseorang, sebagaimana halnya pertanyaan sayidina Abu Bakar perihal dirinya yang mengenakan baju lebar dan berisbal kepada baginda Nabi, “Apakah saya termasuk seperti mereka ya rasulallah”? Rasulullah menjawab: “Tidak, kamu tidak seperti mereka”. Sebab sayidina Abu Bakar adalah orang hatinya bersih dari sifat-sifat tercela tersebut.
Inilah salah satu problematika kaum muslimin yang seringkali membuat perpecahan dan bahkan saling menuduh salah satu sama lainnya, yang disebabkan karena: “Nashshun shohih wa fahmuhu khoti’un li nashshin shohih”. Yang artinya: "Teksnya benar, tapi pemahaman terhadap teksnya yang salah". Sehingga bukan solusi yang didapat, akan tetapi malah terperosok ke dalam jurang hitam yang semakin dalam. Maka dari itu waspadalah, jangan tertipu oleh kemasan semata, bisa jadi botol yang bertuliskan susu ternyata isinya minuman keras, dan sebaliknya botol yang bertuliskan minuman keras ternyata isinya air mineral.
Pesan penulis:
Wahai penganut KCB yang budiman, jangan sampai pemahaman yang anda anut itu malah menjerumuskan anda sendiri ke dalam neraka-Nya. Sebab sifat merasa anda yang paling benar dan menganggap yang lainnya salah itu dalam kategori congkak dan sombong, yang nantinya akan bisa menjadi penghalang anda sendiri untuk masuk ke surga-Nya. Wal-‘Iyadlubillah.
Wala haula walaa quwwata illa billah.
Bolehkah Kita Menyerupai Kaum Non-Muslim?
Oleh: Gus Mied Baidlowi(Mahasiswa Fak. Hadits Ushuluddin Al-Azhar Cairo Mesir)
Pada dasarnya setiap manusia akan mempunyai tabiat meniru apa yang dianggap baik dan tidak ketinggalan zaman. Pakaian merupakan hiasan tubuh manusia yang modenya akan selalu berubah setiap zaman. Mode pakaian yang sudah ketinggalan zaman akan ditinggalkan dan mode pakaian masakinilah yang akan jadi trend.
Pada zaman sekarang ini peradaban negara-negara baratlah yang maju dan menguasai dunia, produk-produk dari desain teknologi mutahir yang ditemukan akan selalu menghiasi aktifitas interaksi manusia satu dengan yang lainnya. Mulai dari kebutuhan barang primer; seperti sandang, papan, dan makanan sampai kebutuhan sekunder, seperti alat transportasi; mulai dari sepeda ontel hingga pesawat, alat komunikasi; mulai dari secarik surat sampai telpon seluler. Dan kebutuhan manusia seperti itu akan mengalami pembaharuan disetiap zamannya, baik dari segi kualitas dan fasilitasnya.
Hampir semua alat-alat tersebut adalah hasil penemuan orang-orang barat yang notabenenya adalah non muslim. Masalah yang sampai sekarang menjadi pokok perbincangan seputar agama yang selalu menarik adalah sebuah pertanyaan yang berbunyi; apakah orang–orang Islam yang menyerupai atau meniru berpakaian dan menggunakan barang-barang tersebut, berarti telah termasuk dalam golongan mereka (kafir)? Mari kita bahas bersama-sama!
Sebenarnya, pokok masalah yang mendasari pertanyaan ini adalah hadits Rasulullah saw, yang berbunyi:
Sekarang yang jadi pembahasan dari hadits di atas adalah; jikalau makna hadits ini mutlak (semua aspek), maka hampir seluruh orang Islam telah masuk ke dalam golongan orang-orang non Islam alias kafir, karena hampir semua kebutuhan orang Islam menyerupai mereka, mulai dari berpakaian sampai penggunaan alat-alat canggih penemuan mereka. Maka, apa sih sebenarnya maksud dari hadits di atas?
Menyerupai atau meniru dalam berpakain dan penggunaan alat-alat canggih yang telah digunakan oleh orang-orang non muslim tidak akan menjadikan seorang muslim keluar dari agamanya alias murtad. Karena kanjeng Rasul telah bersabda:
Kemudian Allah juga menegaskan didalam al-Quran :
an ini sesuai dengan hadits Rasulullah :
Jadi, sungguh jelas sekali bahwasanya Allah dan rasul-Nya menghendaki hamba-hamba-Nya untuk mempermudah segala urusannya, dan tidak memperdulikan bentuk pakaian, atau objek sarana baik untuk berinteraksi atau beribadah selama tidak melanggar ajaran agama Islam. Pada zaman Rasulullah saw, mode pakaian dan sarana transportasi belum sebagus dan secanggih sekarang. Untuk bepergian dari kota Mekkah ke kota Madinah saja, membutuhkan waktu berhari-hari, karena sarana transportasi yang ada saat itu sangat sederhana, yaitu berupa kuda dan unta. Terus, bagaimana dengan orang Islam yang hidup di zaman sekarang yang serba maju dan canggih ini? Apakah mereka harus bersusah payah seperti di zaman rasulullah dahulu, atau mereka harus meniru dan menyerupai orang-orang barat yang non Islam?
Jadi, yang dimaksud dari hadits di atas adalah; bukan meniru atau menyerupai dalam hal berpakaian dan penggunaan alat-alat modern yang telah mereka pakai sehari-hari, akan tetapi tasyabbuh (menyerupai) disitu adalah meniru atau menyerupai di dalam aqidah (keyakinan) terhadap sesuatu yang mereka sembah. Sebagaimana contoh keserupaan antara orang Islam dan orang Majusi yang sama-sama menggunakan api sebagai alat penerang dan alat bakar, akan tetapi di samping itu orang Majusi meyakini dan menyembahnya sebagai tuhan mereka, berbeda halnya dengan orang Islam.
Hemat penulis, menyerupai zahir suatu kaum tidak selalu merupakan indikasi terhadap adanya persamaan teologi dengan mereka yang ditiru. Tidak pula merupakan bentuk pengakuan akan superioritas orang yang ditiru, atau indikasi cinta kepada yang ditiru.
Adapun hadits di atas sesungguhnya memuji orang-orang jelata yang menyerupai atau meniru orang-orang shalih dalam keseharian mereka. Karena seorang penyair mengatakan:
" تشبهوا بالكرام إن لم تكونوا مثلهم # إن التشــبه بالكــرام فـلاح "
Jadi, hadits di atas jangan ditafsirkan jauh-jauh. Karena orang yang berniat buruk tidak akan mendapat dosa sebelum melakukannya, sedangkan orang yang berniat baik sudah dapat pahala sebelum melakukannya. Begitu juga orang yang meniru orang kafir, tidak akan dinilai kafir jika tidak disertai niat (kesamaan keyakinan), sementara orang yang meniru orang shalih (walau zahirnya saja), insya'allah dapat juga gelar shalih.
Kesimpulannya; meniru dan menyerupai kaum non-muslim sangat diperbolehkan selama tidak menyerupai dalam aqidahnya, tidak membuka aurat dan tidak merugikan diri sendiri dan orang lain.
Wala haula wala quwata illa billah.
Kasih Pengorbanan Seorang Ibu

IBU...
Ibunya buta sebelah mata...
dan dia malu memiliki ibu seperti itu.
Pada suatu masa, ibunya datang ke sekolah
untuk melihat-lihat keadaan belajar anaknya.
Dia sungguh malu
dan bersembunyi menghindar dari ibunya...
Dia tidak peduli
dan terus saja menghindar, bersembunyi...
Keesokan harinya...
teman-teman sekolah menertawainya...
"Eee... ibumu cuma punya satu mata..."
Ketika itu...
ia membenamkan dirinya...
Dia ingin ibunya hilang dari hidupnya...
Dia berkata pada ibunya:
"kalo hanya ingin membuat diri aku malu...
lebih baik kamu mati..!"
Ibunya...
hanya terdiam..!?
Dia pun terdiam dan berkata di dalam hati...
apa yang barusan ia katakan pada ibunya...
setelah amarah yang menguasai dirinya...
Dia tidak pedulikan perasaan ibunya...
dia ingin keluar dari rumah itu...
Kini dia juga telah mempunyai keluarga sendiri...
Suatu ketika ibunya datang ke rumahnya...
setelah beberapa lama tidak berjumpa...
Saat membuka pintu, seorang bocah kecil...
kaget dan menangis...
ketakutan melihat nenek tua
tanpa mata sebelah...
Ibu itu diusir seketika saja
oleh anaknya sendiri seraya berkata:
"kedatanganmu membuat anakku takut
dan menangis... pergi 'Kau'..!"
"Maaf...
mungkin saya salah alamat..."
balas ibunya.
Beberapa minggu kemudian dia mendapat undangan...
reunian teman sekolah dulu...
Dan dia pun pulang sendiri ke kampung halamannya
untuk bertemu dengan teman lamanya dulu.
Setelah selesai menghadiri acara reunian tersebut...
tergerak hatinya...
ingin melihat-lihat rumah tempat ia tinggal dulu...
saat tiba di rumah, ia tidak menjumpai ibunya...
Seorang tetangga memberikan sepucuk surat kepadanya
dan berkata bahwa ibunya telah meninggal dunia...
Di dalam surat itu tertulis...
"...Anakku tercinta...
...setiap detik...
hati ibu selalu terbayang oleh wajahmu.
Kutahan lapar serta dahaga...
karena rindu kepadamu...
...maafkan ibu...
karena wktu itu ibu datang,
hanya ingin melihat wajahmu...
...maafkan ibu...
telah membuat anakmu menangis ketakutan
melihat wajah ibu... tanpa sebelah mata...
Kini kau telah kembali...
mungkin bisa bertemu dengan
teman-temanmu dulu...
Tapi...
kau tak akan melihat ibu lagi...
Dulu...
di saat ibu melahirkan kamu...
alangkah sedih hatiku...
melihat kau lahir di dunia ini...
tanpa sebelah mata...
Ibu cinta kepadamu...
dan...
kukorbankan sebelah mataku, untukmu...
agar kau bisa melihat keindahan dunia ini...
dengan leluasa...
...Anakku yang tersayang...
maafkan ibu...
karena bagi ibu, ini tiada guna
untuk ibu cerita padamu...
itu semua karena...
aku ikhlas dan benar cinta padamu...
Maafin ibu...
Setelah membaca surat itu, sang anak langsung menangis tersedu-sedu menyesali atas apa yang telah ia lakukan pada sang ibu. `Hanya beberapa kalimat yang terucap dari mulut sang anak: oh ibu: "Maafkan aku...maafkan aku...maafkan aku bu..!!! Alangkah mulianya hati-mu bu..Oh, ibuku".
Begitulah cinta kasih seorang ibu yang berhati mulia, cintanya takkan pernah pudar termakan usia. "Cinta ibu sepanjang masa".
Cerita 7 Nikmat Keajaiban Dunia
Cerita ini diilhami oleh imajinasi seorang intuisis sejati, yang senantiasa merenungi segala anugerah tuhan yang tak pernah tertandingi bagi setiap makhluk-Nya.
Mari kita simak ceritanya...!!!
Saat itu, di suatu sekolah tingkat menengah sedang belajar dengan serius bersama guru pembimbingnya. Sekelompok pelajar kelas geografi sedang asyik belajar mengenai "Tujuh Keajaiban Dunia".
Pada akhir pelajaran, para pelajar tersebut di minta untuk membuat daftar apa yang mereka pikir merupakan "Tujuh Keajaiban Dunia" saat ini.
Walaupun ada beberapa ketidaksesuaian, sebagian besar daftar berisi :
1.. Piramida Besar di Mesir
2.. Taj Mahal
3.. Grand Canyon
4.. Panama Canal
5.. Empire State Building
6.. St. Peter's Basilica
7.. Tembok China
Ketika semuanya telah mengumpulkan daftar pilihan, sang guru memperhatikan seorang pelajar, seorang gadis yang pendiam, yang belum mengumpulkan kertas kerjanya. Jadi, sang guru bertanya kepadanya apakah dia mempunyai kesulitan dengan daftarnya.
Gadis pendiam itu menjawab, "Ya, sedikit. Saya tidak bisa memilih karena sangat banyaknya." Sang guru berkata, "Baik, katakan pada kami apa yang kamu miliki, dan mungkin kami bisa membantu memilihnya."
Gadis itu ragu sejenak, kemudian membaca, "Saya pikir Tujuh Keajaiban Dunia adalah :
1. Bisa bersyukur
2. Bisa merasakan
3. Bisa tertawa
4. Bisa mendengar
Dia ragu lagi sebentar, dan kemudian melanjutkan...
5. Bisa berbagi
6. Bisa mencintai
7. Dan bisa dicintai
Ruang kelas tersebut sunyi seketika ....
Alangkah mudahnya bagi kita untuk melihat pada eksploitasi manusia dan menyebutnya "keajaiban" sementara kita lihat lagi semua yang telah Tuhan lakukan untuk kita, menyebutnya sebagai "biasa". Owh, alangkah indahnya jawaban sang gadis itu, cuman satu kata yang sanggup ku ucapkan "Subhanallah atas segala kekuasaan-Nya, dan al-Hamdulillah atas setiap anugerah-Nya.
Semoga Anda hari ini diingatkan tentang segala hal yang betul-betul ajaib dalam kehidupan anda. bersyukurlah untuk apa yg telah kamu dapatkan sampai saat ini, .. karna itu sesungguhnya semua merupakan suatu keajaiban .. !!!!
Gus Dur, Ulama Kharismatik Yang Humoris
Sebelumnya INNALILLAHI WA INNA ILAIHI RAJI’UN.
Semoga Allah SWT mengampuni kesalahan dan dosa serta memberi tempat terbaik disisi-Nya. Keluarga yang ditinggalkan tabah, ikhlas, dan dapat melanjutkan perjuangan Beliau. Amien.
Selain sisi intelektual tinggi dalam agama, perjuangan keadilan dan kebenaran, penegakan demokrasi dalam bingkai NKRI dan ‘memelihara’ pluralisme nusantara, Gus Dur dikenal sebagai sosok humoris.
INILAH KUMPULAN DARI BEBERAPA CERITA HUMOR YANG DIMILIKI OLEH GUSDUR.
1. Kaum Almarhum
Mungkinkah Gus Dur benar-benar percaya pada isyarat dari makam-makam leluhur? Kelihatannya dia memang percaya, sebab Gus Dur selalu siap dengan gigih dan sungguh-sungguh membela “ideologi”nya itu. Padahal hal tersebut sering membuat repot para koleganya.
Tapi, ini mungkin jawaban yang benar, ketika ditanya kenapa Gus Dur sering berziarah ke makam para ulama dan leluhur.
“Saya datang ke makam, karena saya tahu. Mereka yang mati itu sudah tidak punya kepentingan lagi.” Katanya.
2. Berdoa Sebelum Makan
Waktu Gus Dur menjabat Presiden RI, sekali waktu beliau bertemu dengan para romo (pastor) seluruh Keuskupan Agung Semarang. Dan, tak ketinggalan Gus Dur menyelipkan ceritanya. Ini pastor-pastor itu di sebuah negeri senang berburu binatang buas.
Sekali waktu, selesai misa hari Minggu, seorang pastor pergi ke hutan berburu binatang buas. Ia melihat seekor harimau. Langsung sang pastor mengokang senapannya dan menembak: “Dor – dor!” Wah, ternyata tembakannya meleset dan sang harimau balik mengejar sang pastor. Pastor segera berlari mengambil langkah seribu. Tiba-tiba si pastor berhadapan dengan jurang yang dalam. Si pastor langsung berhenti, berlutut, dan mengatupkan tangannya berdoa sebelum diterkam harimau. Berdoa sebelum mati.
Selesai berdoa, sang pastor terheran-heran karena ternyata ia masih hidup, tidak diterkam harimau. Waktu ia menoleh ke kanan, dilihatnya harimau itu berlutut di sampingnya dan berdoa sambil mengatupkan kedua kaki depannya, seperti orang Katolik mengatupkan kedua tangannya ketika sedang berdoa. Si pastor lalu bertanya kepada harimau, “Harimau, kamu kok tidak menerkam saya, malah malah kamu ikut-ikutan berdoa seperti saya. Mengapa?” Jawab harimau: “Ya, saya sedang berdoa. Berdoa sebelum makan!”
3. Kuli dan Kyai
Rombongan jamaah haji NU dari Tegal tiba di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah Arab Saudi. Langsung saja kuli-kuli dari Yaman berebutan untuk mengangkut barang-barang yang mereka bawa. Akibatnya, dua orang di antara kuli-kuli itu terlibat percekcokan serius dalam bahasa Arab.
Melihat itu, rombongan jamaah haji tersebut spontan merubung mereka, sambil berucap: Amin, Amin, Amin!
Gus Dur yang sedang berada di bandara itu menghampiri mereka: “Lho kenapa Anda berkerumun di sini?”
“Mereka terlihat sangat fasih berdoa, apalagi pakai serban, mereka itu pasti kyai.”
4. Obrolan Presiden
Saking udah bosannya keliling dunia, Gus Dur coba cari suasana di pesawat RI-01. Kali ini dia mengundang Presiden AS dan Perancis terbang bersama Gus Dur buat keliling dunia. Boleh dong, emangnya AS dan Perancis aja yg punya pesawat kepresidenan. Seperti biasa…
Setiap presiden selalu ingin memamerkan apa yang menjadi kebanggaan negerinya.Tidak lama presiden Amerika, Clinton mengeluarkan tangannya dan sesaat kemudian dia berkata: “Wah kita sedang berada di atas New York!”
“Itu.. patung Liberty kepegang!”, jawab Clinton dengan bangganya.
Ngga mau kalah presiden Perancis, Jacques Chirac, ikut menjulurkan tangannya keluar. “Tau nggak… kita sedang berada di atas kota Paris!”, katanya dengan sombongnya.
“Wah… kita sedang berada di atas Tanah Abang!!!”, teriak Gus Dur.
“Lho kok bisa tau sih?” tanya Clinton dan Chirac heran karena tahu Gus Dur itu kan nggak bisa ngeliat.
Karena disombongin sama Clinton dan Chirac, giliran Gus Dur yang menjulurkan tangannya keluar pesawat…
“Ini… jam tangan saya ilang…”, jawab Gus Dur kalem.
Presiden Indonesia: “Wah… kok bisa tau juga?”
“Itu… menara Eiffel kepegang!”, sahut presiden Perancis tersebut.
Presiden Indonesia (Gus Dur): “Lho kok bisa tau sih?”
5. Sate Babi
Suatu ketika Gus Dur dan ajudannya terlibat percakapan serius.
Ajudan: Gus, menurut Anda makanan apa yang haram?
Gus Dur: Babi
Ajudan: Yang lebih haram lagi
Gus Dur: Mmmm … babi mengandung babi!
Ajudan: Yang paling haram?
Gus Dur: Mmmm … nggg … babi mengandung babi tanpa tahu bapaknya dibuat sate babi!
6. Lagi Asyik Baca….
Bertahun-tahun, saya heran kenapa sih Indonesia “Tidak maju-maju” meski mereka sudah merdeka 60 tahun lebih. Tapi sekarang…saya sudah tahu alasannya. Berdasarkan data statistik:
Jumlah penduduk Indonesia ada 225 juta. 100 juta di antaranya adalah para pensiunan dan anak-anak. Jadi yang kerja cuma 125 juta.
Jumlah pelajar dan mahasiswa adalah 78 juta. Jadi tinggal 47 orang yang kerja. Yang kerja buat pemerintah pusat jadi pegawai negeri ada 31 juta, jadi tinggal 16 juta yang kerja (karena PNS cuma main catur dan baca koran).
Ada 4,5 juta yang jadi TNI dan Polisi. Jadi tinggal 11,5 juta yang kerja (karena TNI dan Polisi tidak ada kerjaan).
Ada lagi yang kerja di pemerintahan daerah dan departemen-departemen lain jumlahnya 10.500.000. Jadi sisanya tinggal 1.000.000. Yang sakit dan dirawat di Rumah Sakit di seluruh Indonesia ada 888.000. Jadi sisa 112.000 orang saja yang kerja.
Ada 111.998 orang yang di penjara. Jadi tinggal sisa dua orang saja yang masih bisa kerja. Siapa mereka??? Yaaa…tentu saja SAYA dan ANDA! Tapi kan sekarang ANDA lagi asyik baca buku sambil cekikak-cekikik sendiri. Jadi tinggal saya sendiri dong yang kerja!!!! Pantes aja kalau begini Indonesia tidak maju-maju……..!
7. Membuang Presiden
Apa akibatnya kalau seorang presiden terlampau lama memegang kekuasaan? Apalagi jika ditambah seringnya ia membohongi rakyatnya sendiri? Tentu rakyat akan protes dan marah, karena menganggap presidennya telah berkhianat.
Tapi ini cerita Gus Dur tentang seorang presiden Filipina yang punya tiga orang anak. Merasa ayah mereka adalah orang nomor satu di negerinya, anak-anal sang presiden pun lantas bertingkah neko-neko.
Anak kedua presiden ingin mencari popularitas dengan menyebarkan jutaan lembar uang kertas pecahan 5 peso dari sebuah pesawat terbang.
Kakaknya tak mau kalah pamor. Dengan pesawat yang digunakan adiknya sebelumnya, sang kakak menyebarkan jumlah uang jauh lebih banyak dari adiknya.
Anak perempuan presiden juga ingin populer, tapi tidak mau meniru cara yang dilakukan oleh kedua kakaknya. Karena bingung, ia pun bertanya kepada pilot pesawat yang ikut menyebarkan uang bersama dua kakaknya itu.
“Mas kapten, aku ingin populer seperti dua kakakku sebelumnya, tapi tindakan populer apa yang bisa membahagiakan rakyat?”
“Gampang sekali: Buang saja ayah nona dari atas pesawat.”
8. Becak, Dilarang Masuk
Saat menjadi Presiden, Gus Dur pernah bercerita kepada Menteri Pertahanan Mahfud MD tentang orang Madura yang katanya banyak akal dan cerdik.
Ceritanya ada seorang tukang becak asal Madura yang pernah dipergoki oleh polisi ketika melanggar rambu “Becak dilarang masuk”. Tukang becak itu masuk ke jalan yang ada rambu gambar becak disilang dengan garis hitam yang berarti jalan itu tidak boleh dimasuki becak.
“Apa kamu tidak melihat gambar itu? Itu kan gambar becak tak boleh masuk jalan ini,” bentak Pak polisi. “Oh saya melihat pak, tapi itu kan gambarnya becak kosong tidak ada pengemudinya. Becak saya kan ada yang mengemudi, tidak kosong berarti boleh masuk,” jawab si tukang becak.
“Bodoh, apa kamu tidak bisa baca? Di bawah gambar itukan ada tulisan bahwa becak dilarang masuk,” bentak Pak polisi lagi.
“Tidak pak, saya tidak bisa baca, kalau saya bisa membaca maka saya jadi polisi seperti sampeyan, bukan jadi tukang becak begini,” jawab si tukang becak sambil cengengesan.
9. Argometer Japan yang Cepat
Di luar Hotel Hilton, Gus Dur bersama sahabatnya yang seorang turis Jepang mau pergi ke Bandara. Mereka naik taksi di jalan, tiba-tiba saja ada mobil kencang banget, menyalip taksi tersebut. Dengan bangga si Jepang berteriak, “Aaaah Toyota made in Japan sangat cepat…!”
Enggak lama kemudian mobil lain nyalip juga taksi tersebut. Si Jepang teriak lagi “Aaaah Nissan made ini Japan sangat cepat.” Enggak lama kemudian lewat lagi satu mobil menyalip mobil tersebut dan si Jepang teriak lagi “Aaaah Mitsubishi made in Japan sangat cepat…!” Gus Dur dan sopir taksi itu merasa kesal melihat si Jepang ini bener-bener nasionalis.Kemudian, sesampainya di bandara, sopir taksi bilang ke si Jepang.
Supir taksi : “100 dolar please…”
Si Jepang : 100 dolars…?! Its not that far from the hotel…!!”
Gus Dur : “Aaaah… Argometer made ini Japan kan sangat cepat sekali!!”
10. Pikiran porno
Dalam suatu kesempatan Gus Dur mengeluarkan sebuah pernyataan yang sebenarnya tidak dimaksudkan untuk menghina. Namun dengan itu bagian dari upaya Gus Dur menyampaikan joke.”Alquran itu kita suci yang paling porno. Ya kan bener, di dalamnya ada kalimat menyusui. Berarti mengeluarkan tetek. Ya udah, cabul kan?”
Mungkin dengan hanya kalimat guyonan itu sebagian masih ada yang merasa diresahkan. Masa sih ulama yang terkenal wali kaya gitu? Maka, di lain waktu Gus Dur mengulangi penjelasannya dengan memilih bahasa yang lebih sopan.
“Maksudnya, itu ayat jadi porno kalau yang baca lagi punya pikiran yang ngeres. Kalau nggak, ya udah. Berarti beres.”
Masih nggak puas. Karenanya pertanyaan berikutnya segera menyusul. “Tapi Gus, Alquran kan bahasanya sopan?”
“Betul, juga bahasa di luar Alquran banyak yang sopan. Tapi, waktu teman saya naik bus, lihat orang lagi bunting. Terus dia mbatin kenapa bisa bunting? Mendadak ‘barangnya’ (alat kelaminnya) berdiri gara-gara pikirannya itu,” jawab Gus Dur.
Itulah beberapa cerita uang sempat diceritakan sendiri oleh beliau sendiri di masa hidupnya. Semoga bisa menghibur dan memberi manfaat pada anda sekalian.
Seni Musik dalam perspektif Islam
Nb: Artikel ini telah dimuat di buletin "Makar" masisir Cairo, edisi bulan Juli 2009.


